155 juta Orang Indonesia, Tidak Cukup Makan

Tim jurnalisme data Harian Kompas menghitung biaya yang perlu dikeluarkan orang Indonesia untuk membeli makan bergizi seimbang atau sehat sebesar Rp 22.126 per hari atau Rp 663.791 per bulan. Harga tersebut berdasar standar komposisi gizi Healthy Diet Basket (HDB), yang juga digunakan Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO). Dengan biaya sebesar itu, ada 68 persen atau 183,7 juta orang Indonesia yang tidak mampu memenuhi biaya tersebut.

“Jawaban pendek ibu muda, Katrina Kaka (19) sontak membuat tim tenaga kesehatan yang berkunjung tertegun. “Senang. Karena ikut gizi buruk to?” kata Katrina sembari memangku anaknya, bocah laki-laki kecil nan kurus bernama Mikaela Andika Bane yang masih berusia 1,5 tahun.
Tim tenaga kesehatan yang berkunjung ke rumah Katrina jelas kaget. Sebab, pertanyaannya yang disampaikan adalah, bagaimana perasaannya mendengar anaknya terus-terusan digolongkan sebagai anak gizi buruk?”
Cek di sini “Senang karena Anak Tergolong Gizi Buruk”
Rumah Kian Jauh, Transportasi Pun Sulit

Hasil analisis Kompas menunjukkan bahwa pekerja baru Jakarta yang baru memulai karir dengan gaji minimum provinsi (Rp 4.416.186) hanya bisa membeli rumah paling dekat di radius 30-50 km dari pusat Jakarta. Masalahnya, di kawasan pinggiran ini, transportasi massal belum memadai. Selengkapnya di Kompas.id, 1 Oktober 2021.
Liputan Khusus – Kota-kota yang Terendam di Masa Depan

Menggunakan analisis geospasial dan statistik, Kompas berhasil mengidentifikasi sebanyak 199 kota pesisir di Indonesia yang bakal terkena banjir rob tahunan pada 2050. Sekitar 118.000 hektar wilayah akan terendam air laut dan ada 8,6 juta warga terdampak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 1.576 triliun. Selengkapnya di Kompas.id, 20 Agustus 2021.
Wawancara Khusus – Xiaomi: Kapitalisasi Peluang di Tengah Krisis

Bagaimana Xiaomi menjadi penguasa pasar ponsel Indonesia? Mengapa ada iklan di sistem operasinya? Berikut wawancara dengan Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse. Kompas, 25 Agustus 2021. Cek di Kompas.id
Liputan Khusus — Menyelisik Pemicu Ledakan Kasus Covid-19

Libur panjang mendorong peningkatan kasus positif dan angka kematian akibat Covid-19. Kesimpulan ini diambil berdasarkan analisis data oleh tim Jurnalisme Data Kompas terhadap lima periode libur panjang selama 2020 hingga Lebaran 2021. Kondisi kini diperburuk dengan masuknya varian baru virus yang semakin meledakkan angka kasus. Selengkapnya di Kompas.id, 7 Juni 2021.
Analisis Data — Rendahnya Pelacakan, Problem Lama yang Tak Kunjung Usai

Rendahnya upaya pelacakan atau tracing yang dilakukan terhadap kontak erat setiap kasus menjadi salah satu problem yang selalu disorot sejak kasus Covid-19 mulai meningkat pada pertengahan 2020. Setahun berselang, cakupan tracing ini juga masih menjadi persoalan yang belum tuntas diselesaikan. Selengkapnya baca Kompas.id, 7 Juni 2021.
Seberapa Canggih Pegasus Bisa Meretas Ponsel Kita?

Aplikasi penyadap buatan firma keamanan siber Israel, Pegasus, memiliki rekam jejak yang buruk di dunia. Kompas pun menilik dokumen product description Pegasus. Secara otomatis, begitu ponsel target terinfeksi, aplikasi agen mengekstrak data SMS, detail kontak, daftar panggilan, rekaman kalendar, isi kotak surel, isi aplikasi percakapan, riwayat peramban (browser), dan pelacakan lokasi berbasis sinyal seluler (cell-id). Selengkapnya baca Kompas.id, 17 Juli 2020.
Cukup Isi yang Perlu, Hindari Data Pribadi di Media Sosial ”Dipanen”

Sejumlah insiden pemanenan data, biasa disebut scraping atau crawling, yang melibatkan Facebook, Linkedin, dan Clubhouse, dua pekan terakhir telah menghasilkan dataset yang berisi lebih dari 1 miliar informasi akun. Selengkapnya baca Kompas.id, 15 April 2021.
Bitcoin Pecah Rekor, Doge Naik 73 Persen, Tetap Hati-hati Investasi Aset Kripto
Dalam beberapa hari terakhir, nilai aset kripto bitcoin memecahkan rekor hingga tembus Rp 900 juta. Sementara dogecoin tumbuh hingga 73 persen. Masyarakat diminta berhati-hati. Cek di Kompas.id.
Liputan Khusus — Narasi Antivaksin di Medsos Diduga Terkoordinasi

Pelambungan tagar #TolakDivaksinSinovac hingga menjadi topik utama di Twitter pada 12 Januari 2021 memiliki indikasi terkoordinasi. Tagar itu memuat narasi antivaksin. Baca selengkapnya di Kompas.id, 2 Maret 2021.
Wawancara Khusus — Membedah Beragam Calon Vaksin Covid-19

Harian ”Kompas” mewawancarai secara eksklusif Ines Atmosukarto, peneliti asal Indonesia yang juga CEO Lipotek, firma biotek pengembang vaksin di Australia, untuk membedah perbedaan beragam calon vaksin Covid-19. Baca selengkapnya di Kompas.id, 25 November 2020.
Wawancara Khusus — Google: Kebijakan Kesehatan Harus Diambil Berbasis Bukti dan Data

Chief Health Officer Google Karen DeSalvo berbicara mengenai jabatannya yang tak biasa di perusahaan teknologi, karakteristik pejabat kesehatan publik yang ideal pada masa pandemi, hingga masa depan kesehatan masyarakat. Baca selengkapnya di Kompas.id, 29 September 2020.